Review of the Fiqh rule of Al-‘Adah Muhakkamah on the Sebambangan Tradition of Lampung People
Tinjauan Kaidah Fikih Al-‘Adah Muhakkamah terhadap Tradisi Sebambangan Masyarakat Lampung
الكلمات المفتاحية:
sebambangan، kaidah، fikih، al-‘adah، muhakkamahالملخص
Kaidah fikih adalah salah satu cabang dari ilmu syariat yang mempunyai kedudukan penting dalam menentukan hukum Islam, karena kaidah-kaidah tersebut bertujuan untuk menjaga agama Islam dalam menentukan hukum. Al-’adah muhakkamah merupakan salah satu kaidah dari 5 kaidah-kaidah fikih kulliah kubro yang memiliki kedudukan yang penting dalam penetapan hukum Islam. Lampung merupakan salah satu daerah di Indonesia yang masih memiliki kawasan adat yang kuat. Walaupun lampung menjadi daerah transmigran namun masyarakat lampung masih melestarikan adat dan budaya lampung. Sebambangan merupakan salah satu adat yang digunakan dalam pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat suku Lampung. Tradisi Sebambangan juga merupakan tradisi atau adat yang sudah turun temurun dari zaman dahulu dan masih ada sampai sekarang. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun jenis penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library reaserch) dan teknik pengumpulan data dengan membaca literatur yang relevan yang dicari dari berbagai sumber seperti artikel jurnal, skripsi, tesis, dan website. Hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui prosesi adat sebambangan pada masyarakat lampung dan mengkaji kaidah fikih al-‘adah muhakkamah terhadap prosesi sebambangan.
التنزيلات
المراجع
Tim Penyempurnaan Terjemahan Al-Qur’an, Al-Quran dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019.
Ahmad Isnaeni dan Kiki Muhamad Hakiki, “Simbol Islam dan Adat dalam Perkawinan Adat Lampung Pepadun,” Kalam 10, no. 1 (2016).
Ahmad Zamhari, Surya Adi Pratama, Anjelyta Pritama, Sevna Vegintari, & Dhila Rizki Ananda “TRADISI SEBAMBANGAN DALAM ADAT PERNIKAHAN KOMERING DI DESA BETUNG”. Central Publisher, 1(4), 2023.
Amanda, Claudia, et al. "Tradisi Sebambangan dan Eksistensinya Bagi Masyarakat Muslim." Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 8.5 (2021): 923-930.
Dwi Saputri, Rizki, Ridhah Taqwa, and Eva Lidya, “TRADISI SEBAMBANGAN MASYARAKAT ADAT LAMPUNGPEPADUN DI KELURAHAN KELAPA TUJUH KECAMATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA”. Jurnal Media Sosiologi 24 (1), 2021.
Hafidudin, Hafidudin, et al. "Eksistensi Budaya Sebambangan (Kawin Lari) dalam Masyarakat Adat Lampung Pepadun." Jurnal Penelitian Geografi, vol. 2, no. 1, 2014.
Istiqomah. (2022). TATBIQ ZAWAJU AL-FIROR SEBAMBANGAN FI MUJTAMA’ LAMPUNG PEPADUN BAINA ASY-SYARIAH WA AL-’ADAH. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Khevin Adam Fahrezi, Bianca Virgiana, and Merita Auli, “Analisis Makna Simbolik Tradisi Rasan Sanak pada Perkawinan Adat Etnis Lampung Pepadun di Desa Tanjung Raja Sakti Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung,” Jurnal MASSA 3, no. 2 (2022).
Khuluq, Moh Sahlul. "Aplikasi Kaidah Al-Umur Bi Maqasidiha Dalam Pernikahan." Tadrisuna: Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman 3.2 (2020)
Muhammad Syafi’i Zamzami, skripsi , TRADISI SEBAMBANGAN DALAM TINJAUAN HUKUM PIDANA DAN KAIDAH AL-'ÂDAH MUHAKKAMAH (Studi Di Dusun Terbanggi Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur), 2020, UIN Maulana malik ibrahim malang.
Musallim bin Muhammad bin Majid Ad Dosariy, Almumti’ fil Qowaidil Fiqhiyyah, cet. Mazidah (Ar Riyadh, 1424H).
Musyafa'ah, NurLailatul. "Kedudukan dan Fungsi Qawaid Fiqhiyyah dalam Pengembangan Hukum Islam." Al-Jinayah: Jurnal Hukum Pidana Islam 4.1 (2018)
Nisardi, Fitrah, Supardin Supardin, and Andi Muhammad Akmal. "PENERAPAN KAIDAH FIKIH AL-ADAH MUHAKKAMAH DALAM PEMBAGIAN HARTA WARISAN PADA MASYARAKAT ISLAM DI KECAMATAN TANETE RIATTANG KABUPATEN BONE." Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam 4.2 (2023). https://doi.org/10.24252/qadauna.v4i2.36513.
Riduan, Akhmad. TRADISI SEBAMBANGAN PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN PERSPEKTIF ISLAM (Studi di Kelurahan Terbanggi Besar Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah). Diss. UIN Raden Intan Lampung, 2017.
Romadhon, Ahmad, Khotamin, Nur, Muhklishin, Ahmad, dan Nurjanah, Siti. "NILAI-NILAI TRADISI PELARIAN (SEBAMBANGAN) DALAM MASYARAKAT ADAT LAMPUNG PEPADUN PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM" Bulletin of Islamic Law [Online], 1, no. 1 (2024).
Setiawati, Ririn, and Zulkiply Lessy. “Diskriminasi Terhadap Perempuan: Analisis Budaya Sebambangan Perspektif Feminisme ”. Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar 5, no. 2, 2022.
Setiyawan, Agung. “Budaya Lokal Dalam Perspektif Agama: Legitimasi Hukum Adat (‘Urf) Dalam Islam”. ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 13, no. 2 (2012), https://doi.org/10.14421/esensia.v13i2.738.
Tim Penyempurnaan Terjemahan Al-Qur’an, Al-Quran dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan 2019 (Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019).
https://psbhfhunila.org/2019/09/01/jangan-salah-artikan-tradisi-sebambangan/#:~:text=Sebambangan atau larian adalah adat,surat dan uang sebagai pengepik.
التنزيلات
منشور
إصدار
القسم
الرخصة
الحقوق الفكرية (c) 2024 Al-Maktabah: Jurnal Studi Islam Interdisiplin

هذا العمل مرخص بموجب Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


