Amina Wadud’s Method of Interpreting the Qur’an in the Problem of Polygamy
Metode Penafsiran Al-Qur’an Amina Wadud dalam Permasalahn Poligami
الكلمات المفتاحية:
Amina Wadud، tafsir Al-Qur’an، poligami، hermeneutikaالملخص
Penafsiran Al-Qur'an terhadap isu-isu sosial, termasuk poligami, telah mengalami perkembangan signifikan melalui pendekatan hermeneutika kontemporer. Amina Wadud, seorang cendekiawan Muslim feminis, menawarkan metode tafsir berbasis perspektif keadilan gender yang menantang pembacaan tradisional terhadap ayat-ayat poligami. Dalam karyanya, Wadud menggunakan pendekatan hermeneutik yang integratif—menggabungkan analisis linguistik, historis-kontekstual, dan prinsip-prinsip etika Al-Qur’an seperti keadilan dan kesetaraan. Ia menekankan bahwa poligami dalam Al-Qur'an (QS. An-Nisa: 3) bukanlah perintah, melainkan respons kontekstual terhadap situasi sosial tertentu, khususnya dalam perlindungan terhadap anak yatim dan janda pascaperang. Wadud menyoroti bahwa syarat keadilan yang menjadi prasyarat poligami nyaris mustahil dipenuhi, sehingga secara implisit Al-Qur'an mendorong pada monogami sebagai bentuk ideal relasi perkawinan. Melalui pendekatan ini, Wadud merekonstruksi pemahaman terhadap poligami sebagai praktik yang tidak wajib, tidak dianjurkan secara mutlak, dan harus ditinjau dalam bingkai keadilan substantif. Penelitian ini menunjukkan pentingnya metode tafsir berbasis keadilan gender dalam mengaktualisasikan pesan-pesan universal Al-Qur'an secara kontekstual.
التنزيلات
المراجع
Mustaqi, Abdul, (2008)“Paradigma Tafsir Feminis”, Yogyakarta: Logung Pustaka.
Amaliatulwalidain, 2015, “Diskursus Gender: Tela’ah terhadap Pemikiran Amina
Wadud”, Tamaddun, Vol. 15, No. 1.
Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur’an, (2009),
terjemahannya Bandung: Sinar Baru algensindo Offset.
Najah, Nailun, “Perempuan dalam Tafsir, Upaya Pembacaan Feminis Terhadap Teks-Teks
Agama”, Vol. 2, No. 1 Mei 2021.
Al-Qur’an dan
Dian Anggraini, Reni, (2022) “Perempuan Dalam Bingkai Al-Qur’an: Model
Penafsiran Amina Wadud,” Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin 8, no. 2.
Mutiara Rizqa Chairunnisa, “Kepemimpinan Perempuan Dalam Hermeneutika
Feminisme Amina Wadud,” Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam 8, no. 2
(2022).
Miftahul Janah dan Muhammad Yasir, “Hermeneutika Tauhid; Kritik terhadap
Penafsiran Amina Wadud tentang Nusyuz”, An-Nida’ 43, no. 2 (2019).
Dedi Junaedi, Muhammadong Muhammadong, and Sahliah Sahliah, “Metodologi
Tafsir Amina Wadud Dalam Menafsirkan Al-Qur’an,” Ta’dib: Jurnal
Pendidikan Islam 8, no. 2 (2019).
Kartika Pemilia Lestari dan Rica Noviyanti, “Studi Krisis Terhadap Tafsir Feminis”,
dalam jurnal Islamia, Vol. III, (2010).
Wadud, Amina, (2001), Quran dan Perempuan: Meluruskan Bias Gender dalam
Tradisi Islam, Jakarta: Serambi.
Dewi, Ernita, “Pemikiran Amina Wadud Tentang Rekonstruksi Penafsiran Berbasis
Metode Hermeneutika” Jurnal Substantia Vol. 15, No. 2, Oktober 2013.
Fahruddin Faiz, Fahruddin, (2005), Hermeneutika al-Qur’an: Tema-Tema
Kontroversial, Yogyakarta: ELSAQ Press.
M. Natsir Aryad, M. Natsir, (1992), Seputar al-Qur’an Hadis dan Ilmu, Bandung: al
Bayan.
http://cikacepet.blogspot.com/2012/03/resumebuku-quran-and-women-karya
amina.html , [home page, on-line]: internet.
