Early Marriage Experience (A Phenomenological Study of Gambiran Jember Society)
Pengalaman Nikah Dini (Studi Fenomenologi pada Masyarakat Gambiran Jember)
Keywords:
experience, wedding, early-age marriageAbstract
An important experience to learn and understand is the experience of getting married. Marriage is an inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household) based on the belief in the Almighty God. Marriage can be carried out if the marriage conditions are met, among the marriage conditions that must be met is meeting the minimum age limit, namely 19 years for men and women. Marriages that take place under this age are called early-age marriages. Gambiran Village is one of the villages in Kalisat District, Jember Regency, East Java. The aim of this research is to determine the experience of early-age marriage in the Gambiran Jember community, the impact of early-age marriage, as well as positive legal, health and Islamic law perspectives on early-age marriage. This research uses a qualitative approach with a phenomenological type of research. The results of this research show that: (1) There are various experiences experienced by perpetrators of early-age marriage in the Gambiran Jember community, which are divided into experiences before and after marriage. (2) Early-age marriage in Gambiran has positive and negative impacts. (3) From the perspective of positive Indonesian law, marriages between minors must apply for marriage dispensation. According to a health science perspective, women are considered to be physically mature when they are 20 years old, so marriages carried out under this age will cause risks to the health of the mother and baby which can lead to death. According to an Islamic legal perspective, there is no age limit as long as the marriage conditions are met.
References
Al-Qur’an al-Karim.
Abdussamad, Zuchri. Metode Penelitian Kualitatif. Cet. I. Makassar: Syakir Media Press, 2021.
Al-Asqalani, Ahmad bin ‘Ali bin Hajar. Fath al-Bari Syarh Shahih al-Bukhari. Cet. I. Riyadh: Dar al-Salam, 1421 H.
Al-Bukhari, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail. Shahih Al-Bukhari. Cet. I. Beirut: Daar Thuq An-Najah, 1422 H.
Al-Nawawi, Abu Zakariya Yahya bin Syaraf. Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin Hajjaj. Cet. II. Beirut: Dar Ihyau al-Turats, 1392 H.
Al-Naysaburi, Abu al-Husain Muslim bin Hajjaj. Shahih Muslim. Cet. I. Beirut: Dar at-Ta’shil, 1435 H.
Al-Zuhaily, Wahbah bin Musthafa. Al-Fiqhu al-Islamiyyu wa Adillatuhu. Cet. IV. Damaskus: Dar al-Fikr, 1997.
Amini, Dara Suci dan Dinie Ratri Desiningrum. “Pengalaman Pernikahan Individu dengan Hambatan Fisik (Studi Kualitatif Fenomenologi dengan Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis)”. Jurnal Empati. Vol. 5, No. 4, 2016.
Bahriyah, Fitriyani, dkk. “Pengalaman Pernikahan Dini di Negara Berkembang”. Journal of Midwifery and Reproduction. Vol. 4, No. 2, 2021.
Bramanuditya, Amrisinta. Hubungan Antara Pernikahan Usia Muda dengan Kejadian Kanker Serviks di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan. 2018.
Chairun, Nizar Muhammad dan Ghofar Siddiq. “Perceraian dan Pernikahan Dini di Semarang”. ADHKI: Journal of Islamic Family Law. Vol. 1, No. 2, 2019.
Dwi, Rifiani. “Pernikahan Dini dalam Perspektif Hukum Islam”. De Jure: Jurnal Hukum dan Syariah. Vol. 13, No. 2, 2011.
Fadhilah, Dini. “Tinjauan Dampak Pernikahan Dini dari Berbagai Aspek”. Jurnal Pamator Trunojoyo. Vol. 14 No. 2, 2021.
Habibi, Ahmad. “Pernikahan Dini dalam Tinjauan Hukum Islam dan Psikologi”. Mitsaqan Ghalizan: Jurnal Hukum Keluarga dan Pemikiran Hukum Islam. Vol. 2, No. 1, 2022.
Helaluddin. Mengenal Lebih Dekat dengan Pendekatan Fenomenologi: Sebuah Penelitian Kualitatif. 2018.
Indonesia, Mahkamah Agung. Himpunan Peraturan Perundang-Undangan yang Berkaitan dengan Kompilasi Hukum Islam dengan Pengertian dalam Pembahasannya. Jakarta: Mahkamah Agung RI, 2011.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara RI Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran RI Nomor 3019. Jakarta: Sekretariat Negara.
Indonesia. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UndangUndang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Lembaran Negara RI Tahun 2019 Nomor 186, Tambahan Lembaran RI Nomor 6401. Jakarta: Sekretariat Negara.
Khaerani, Siti Nurul. “Faktor Ekonomi dalam Pernikahan Dini pada Masyarakat Sasak Lombok”. QAWWAM. Vol. 13, No. 1, 2019.
Munawara, dkk. “Budaya Pernikahan Dini terhadap Kesetaraan Gender Masyarakat Madura”. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Vol. 4, No. 3, 2015.
PBB. Konvensi Hak Anak PBB (UN-Convention on the Rights of the Child).
Riyadi. Perkawinan Usia Muda dan Pengaruhnya terhadap Tingkat Percerian di Wilayah Hukum Pengadilan Agama Sukoharjo. Disertasi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2009.
Saparwati, Mona. Studi Fenomenologi: Pengalaman Kepala Ruang dalam Mengelola Ruang Rawat Inap di RSUD Ambarawa. Tesis. Depok: Universitas Indonesia, 2012.
Sari, Putri Perwita dan Dinie Ratri Desiningrum. “Pengalaman Berkeluarga pada Wanita yang Menjalani Married by Accident Studi Fenomenologis Pernikahan Karena Kehamilan di Luar Nikah”. Jurnal Empati. Vol. 6, No. 1, 2017.
Saskara, Ida Ayu Nyoman. “Pernikahan Dini dan Budaya”. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan. Vol. 11, No. 1, 2018.
Yuliani, Ita, dkk. “Pengalaman Perempuan untuk Menentukan Hak-Hak Reproduksi pada Pernikahan Dini”. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia. Vol. 6, No. 1, 2020.
https://genbest.id/articles/bahaya-pernikahan-dini-sebagai-penyebab-stunting/.
https://www.kpai.go.id/publikasi/tinjauan/perkawinan-tidak-dicatatkan-dampaknya-bagi-anak/.
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-stunting/.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Al-Zaujiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.