The Influence of Mental Health on Suicidal Behavior in Adolescents at SMAK ST. Yosef Tana AI
Pengaruh Kesehatan Mental terhadap Perilaku Bunuh Diri pada Remaja Di SMAK St. Yosef Tana AI
Kata Kunci:
kesehatan mental, remaja, perilaku bunuh diriAbstrak
Bunuh diri merupakan suatu upaya yang disadari dn bertujuan untuk mengakhiri kehidupan, individu secara sadar berhasrat dan berupaya untuk mewujudkan hasratnya untuk mati. Remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak kemasa dewasa. Remaja merupakan msa peralihan dimana sering mengalami kesulita untuk menyelesaikan permasalahan. Kesulitan ini memunculkan perilaku bunuh diri pada remaja. Kesehatan mental merujuk pada kondisi emosional dan psikologis yang baik, yang memungkinkan individu untuk menggunakkan kemampuan kognitif dan emosional mereka secara optimal dalam kehidupan sehari hari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kesehatan mental terhadap perilaku bunuh diri remaja di SMAK St. Yosef Tana AI. Metode penelitian menggunakkan penelitian kuantitatif dengan design two group pretest-posttest. Jumlah sampel penelitian ini 30 remaja. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Uji statistic yang digunakan adalah uji t Test. Ada pengaruh kesehatan mental terhadap perilaku bunuh diri pada remaja di SMAK St. Yosef Tana AI. Berdasarkan hasil uji statistik, menggunakan Spss 16, pada uji hipotesis, menggunakan uji t, diperoleh nilai t Sig(2-tailed) 0.000<0.05, artinya hipotesis diterima. Jadi ada pengaruh antara kesehatan mental terhadap perilaku bunuh diri, pada remaja SMAK St. Yosef Tana AI.
Referensi
Azizah, U., Haryan, F., Wahyuni, B., Keperawatan, M. M., Kedokteran, F., Masyarakat, K., Ugm, K., Maternitas. D. K., Anak, D., & Masyarakat, B. K. (2018). Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Masalah Psikososial Dalam Remaja di Wilayah Bantaran Kali Code Kota Yogyakarta. Berita Kedokteran Masyarakat, 34(10), 281-290.
Irawan, H. D., & Rahmasari, D. (2021). Hopelessness Pada Korban PHK Pandemi COVID-19 yang Memiliki Ide Bunuh Diri. Character: Jurnal Penelitian Psikologi, 8(8), 176-186.
Mulyani, A. A., & Eridiana, W. (2018). Faktor-faktor yang Melatarbelakangi Fenomena Bunuh Diri di Gunungkidul. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 8(2).
Pamungkas, Rachma Ayu, Endang Caturini, & Sugiarto. “Pengaruh Pertolongan Pertama Kesehatan Mental Terhadap Penurunan Ide Bunuh Diri Pada Remaja.” Bima Nursing Journal 5.1 (2023): 32-39.
Putri, A. D., Ahman, A., Hilmia, R. S., Almaliyah, S., & Permana, S. (2023). Pengaplikasian Uji T Dalam Penelitian Eksperimen. Jurnal Lebesgue: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Matematika & Statistika, 4(3), 1978-1987.
Putri, G. K., (2024). Hubungan Antara Toxic Parents Terhadap Kondisi Kesehatan Mental Remaja. Journal Of Islamic Guidance & Counseling, 1(2).
Sanaky, M. M., Saleh, M. L., & Titaley, D. H. (2021). Analisis Faktor-faktor Penyebab Keterlambatan Pada Proyek Pembangunan Gedung Asrama Man 1 Tulehu Maluku Tengah. Jurnal Simetrik, 11(1), 432-439.
Setiawan, N. S., & Setiawan, I. (2024). Mengenal Pentingnya Kesehatan Mental: Dampak Bunuh Diri dan Gejala Gangguan Kesehatan Mental. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 10(1), 266-275.
Sumendap, R. F., & Tumuju, T. (2023). Pastoral Konseling Bagi Kesehatan Mental “Studi Kasus Pastoral Konseling Preventif Pada Fenomena Bunuh Diri”. Poimen Jurnal Pastoral Konseling, 4(1), 96-112.
Wulandari, D., & Elviany, R. (2024). Dampak Kesehatan Mental dan Lonjakan Kasus Bunuh Diri di Era Modern. Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling, 2(1), 51-60.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Al-Adawiyyah: Jurnal Sains, Farmasi dan Kesehatan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

